|
|
|
FORUM KOMUNIKASI MULTIPIHAK |
|
Balai Penelitian Kehutanan pada tanggal 27 September 2011 menyelenggarakan Forum Komunikasi Multipihak mengenai Pembangunan Sumber Benih di Papua selama satu hari, Tema yang diangkat : “Sinergi Penyediaan Benih Bermutu Untuk Mendukung Program Kehutanan di Papua ”. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua. Peserta Forum Komunikasi Multi Pihak terdiri dari 60 Orang yang berasal dari stakeholder kehutanan Provinsi Papua seperti Unit Pelaksana Teknis Lingkup Kementrian Kehutanan, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) Dishut dan Konservasi Provinsi Papua dan Dishut dan Perkebunan Kabupaten/Kota, NGO, Sektor Swasta (Asosiasi, Pemegang IUPHHK/HTI), Kelompok Masyarakat (Adat), Akademisi dan Pakar Kehutanan, Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Enam rumusan strategis yang dihasilkan dalam Forum Komunikasi Multipihak diantaranya : 1. Dalam rangka mendukung salah satu program prioritas Kementerian Kehutanan yaitu rehabilitasi hutan dan peningkatan daya dukung DAS berbasis pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan utama yang dilaksanakan adalah penanaman dengan berbagai tanaman hutan dan MPTS. Untuk memberikan jaminan kinerja pertumbuhan yang baik dan akhirnya memberikan hasil hutan baik kayu maupun non kayu yang berkualitas, maka dibutuhkan bibit yang bermutu. Penyediaan bibit bermutu tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber benih. 2. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari sebagai pemegang mandat ilmiah (scientific autority) perlu bekerjasama dengan pihak-pihak terkait di Papua, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata pada pembangunan sumber benih melalui penelitian bidang silvikltur dan pemuliaan tanaman, khususnya penyediaan bibit unggul, sehingga mampu mengakomodir kelangkaan benih yang berkualitas. 3. Dalam membangun sumber benih terdapat lima komponen penting yang tidak dapat berjalan sendiri-sendiri yaitu sumber materi genetik (raw genetic material), lokasi (site), sumberdaya manusia, pengguna (user), legalitas (legality), dengan masing-masing pemegang otoritasnya, oleh sebab itu perlu adanya sinergitas diantara kelima komponen pemegang otoritas sehingga dapat terbangunnya sumber benih secara kualitas dan kuantitas di Provinsi Papua. 4. Terbangunnya model pengelolaan sumber benih dan peningkatan kelas sumber benih serta tegakan benih provenan pada beberapa daerah di Provinsi Papua dalam rangka mendukung program pembangunan kehutanan di Provinsi Papua. 5. Perlu penguatan kelembagaan BPTH Papua untuk menjadi lembaga/institusi yang dapat memproses sertivikasi sumber benih di Provinsi Papua. |
|
|
Tanggal 28 Juli 2011, tepat pukul 10.00 WIT acara diskusi multipihak yang diselenggarakan Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan bekerjasama dengan Balai Penelitian Kehutanan Manokwari di SwissBell Hotel Manokwari telah selesai dilaksanakan dengan sukses. Acara ini dihadiri oleh Kepala Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan Bapak Bambang Tri Hartono, Koordinator RPI Ibu Dr. Tatik Rostiwati, M.Si. Diskusi yang bertema “Kontribusi Kementerian Kehutanan Dalam Peningkatan Produktivitas Sumberdaya Hutan Berkhasiat Obat di Papua” memang sengaja diselenggarakan di Manokwari karena mengupas tentang HHBK khususnya tanaman obat-obatan di Papua. Antusiasme peserta mengenai HHBK di Papua sangatlah tinggi, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya peserta diskusi yang hadir melebihi undangan panitia. Materi diskusi mengenai HHBK ini disampaikan oleh beberapa pemakalah seperti Kepala Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan Bapak Bambang Tri Hartono, Koordinator RPI Ibu Dr. Tatik Rostiwati, M.Si, Kabalai KSDA Papua Barat, Kabalai BPK Manokwari Dr. Arif Nirsatmanto,M.Si,acara ini dimoderatori oleh Kabalai Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan Dosen dari UNIPA. Acara seperti inilah yang harus sering-sering dilaksanakan untuk selalu mengupdate info-info HHBK khususnya tanaman obat di Papua. HUTAN KU HUTAN MU HUTAN KITA. |
|
|
Konservasi Eksitu Jenis Sagu di Papua |
|
KONSERVASI EKSITU JENIS SAGU (Metroxyllon spp) di PAPUA (Oleh : Basteba A Suripatty) Hasil Hutan Bukan Kayu atau disingkat HHBK merupakan salah satu sumnber daya alam dan hutan yang sangat potensial di Indonesia umumnya dan di Tanah Papua khususnya. Salah satu HHBK potensial yang ada di tanah Papua adalah Sagu atau sering disebut orang dengan “emas putih” karena nilai kemanfaatannya yang tinggi untuk penghidupan masyarakat setempat. Disamping potensial untuk sumber pangan (karbohidrat) masyarakat, hutan alam sagu yang luasnya diperkirakan mencapai 1,2 juta hektar sangat potensial sebagai sumber energi terbaharukan untuk menghasilkan biofuel. |
|
Read more...
|
|
|
LEPAS SAMBUT KEPALA BPK MANOKWARI |
|
Rabu, 19 Januari 2011 bertempat di Ruang Aula Kampus Inamberi BPK Manokwari, telah dilaksanakan acara Lepas- Sambut Kepala Balai, Kepala Seksi Pelayanan dan Evaluasi, serta Seksi Program dan Anggaran.Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pejabat yang terdiri dari Kepala UPT Kementerian Kehutanan lingkup propinsi Papua Barat, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan propinsi Papua Barat, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Manokwari, Tim Pakar BPK Manokwari Mitra, pengurus Dharma Wanita, dan segenap Karyawan BPK Manokwari dan para undangan lainnnya |
|
Read more...
|
|
|
Ekspose Hasil Penelitian BPK Manokwari |
|
Balai Penelitian Kehutanan Manokwari pada tanggal 23 - 24 November telah melaksanakan kegiatan Book Lauching dan Ekpose Hasil Penelitian bertempat di Aston Niu Hotel Manokwari. Tema ekspose tahun 2010 ini adalah “Mengawal Penelitian Integratif Kehutanan; Obsesi Menuju Propinsi Konservasi” Tema ini diangkat dengan pertimbangan bahwa Penelitian Integratif yang telah dilaksanakan diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi dan teknologi dalam menuju propinsi konservasi. Dalam acara tersebut diikuti oleh stakeholder kehutanan di Tanah Papua ( Legislatif, Pemda, Dinas Kehutanan Propinsi, Dinas Kehutanan Kab/Kota di Papua dan Papua Barat, UPT Kementerian Kehutanan, Koordinator Rencana Penelitian Integratif, Akademisi, LSM, Masyarakat, Insan Pers.). Tujuan dari acara ini adalah : mendesiminasikan berbagai informasi, teknologi, dan rekomendasi yang telah dihasilkan oleh BPK Manokwari dan menjalin komunikasi antara berbagai stakeholder kehutanan di Tanah Papua.
|
|
Read more...
|
|
|
Potensi dan Tantangan REDD+ Di Tanah Papua |
|
| |
|





|